TUKANG
OBAT
Monolog Y.S. Agus Suseno
(Di keramaian
pasar. Di antara lalu lalang orang. Di bawah tenda. Siang hari.)
Saat lampu
panggung menyala, ia sudah hadir. Hilir mudik, sibuk menata berbagai barang
yang terletak di depannya: tengkorak buaya besar, tengkorak-tengkorak
kecil, kulit ular, jimat, kalung dari
gigi binatang, tombak, mandau dan sumpit yang disandarkan pada sebuah perisai; jaring besar, butah, tali
nilon dengan mata kail besar di ujungnya, biji-biji buah kering, akar-akar kayu
dan ratusan botol besar-kecil berisi cairan aneka warna. Ada juga kliping koran
bergambar orang-orang berpenyakit kulit, kliping foto pejabat penting, sertifikat dan
tiket pesawat bekas pakai. Di satu sisi, tampak onggokan benda yang ditutupi kain hitam. Di sudut lain, lebih
besar dan paling mencolok, tampak sebuah benda yang diselimuti kain kuning,
bertabur melati dan kenanga.