Tampilkan postingan dengan label Tiga Naskah Teater Monolog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tiga Naskah Teater Monolog. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Oktober 2013

Tiga Naskah Teater Monolog



2000 + 25 = S.O.S.!

 Monolog
Y.S. Agus Suseno


Di ruangan yang suram mencekam dan meruapkan bau kematian, seseorang datang dari masa lalu. Memantulkan jejak kelam masa silam, kesengsaraan seluruh umat manusia seakan tergambar di wajahnya. Tertatih-tatih menyeret sesuatu, memperlakukan benda itu seakan sebuah bangsa mempertahankan martabat dan kedaulatannya.

            Aku harus bicara. Ya, aku harus bicara. Tapi karena manusia tak dapat dipercaya, aku hanya akan bicara kepada Ning Diwata, kepada kalian: serunai bambu dan gendang yang tak lagi bertalu, gong dan giring-giring balian yang tak lagi berpadu, lalaya dan lilihi yang tak ada lagi. Semoga arwah para datu dan leluhur, yang kuburannya tergusur, mendengar... (Duduk, terengah-engah)